Senin, 5 September 2016 16:00

Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang

TANJUNG PANDAN, 2 SEPTEMBER 2016– Menteri Pariwisata meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan resort (Kapitein House) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang yang berlokasi di Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Jumat (2/9). Acara peresmian ini diawali dengan penanaman pohon yang dihadiri oleh perwakilan dari beberapa kementerian terkait, Duta Besar Oman, Venezuela, Turki, Swedia, Italia, Armenia, India, Singapura, Malaysia, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Bupati Belitung, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama.

Peresmian groundbreaking pembangunan resort Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, di Desa Tanjung Binga, menjadikan suatu bentuk komitmen pihak pengusul yakni PT. Belitung Pantai Intan dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan KEK tahap pertama.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi memberikan sambutan bahwa KEK ini merupakan salah satu kerja nyata untuk meningkatkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Hal ini bisa dijadikan pilar pembangunan kawasan yang ramah lingkungan dan dapat menggeser kedudukan minyak dan gas bumi dalam penyumbang devisa di Indonesia. Dukungan infrastruktur seperti perpanjangan runway, perluasan jalan, peningkatan kapasitas listrik, dan air juga diperlukan untuk pengembangan KEK.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga menyatakan bahwa pembangunan KEK Tanjung Kelayang sangat cepat terealisasi berkat kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Pemerintah Kabupaten Belitung. “Tanjung Kelayang ini ‘the first and the fastest’ KEK karena dalam waktu 5 bulan telah groundbreaking” ujar Arief Yahya.

Arief Yahya juga menyatakan bahwa Menteri Perhubungan yang ditemui tadi pagi, Jumat (2/9) di Bandara H.A.S Hanandjoeddin, tahun ini Belitung akan mengoperasionalkan Bandara Internasional dengan direct flight. Pengembangan bandara internasional ini semula direncanakan pada tahun 2018, namun dimajukan untuk mencapai target 500 ribu wisatawan pada tahun 2019. Nilai tersebut artinya diakumulasikan mampu mendatangkan devisa sebesar U$ 600 juta (Rp 10 Triliun) yang diharapkan dari pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan di Belitung.

Acara juga dilanjutkan dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Pertama, MoU antara Pemerintah Kabupaten Belitung dengan PT. Belitung Pantai Intan selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Tanjung Kelayang tentang Perjanjian Pembangunan dan Pengelolaan KEK Tanjung Kelayang, Kedua antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Bank Tabungan Negara (BTN) yang siap berinvestasi untuk pembangunan homestay di sekitar KEK.. Selain itu juga para undangan dihibur dengan Tari Zapin, presentasi video tentang Muscat Jewel, Lagu Melayu, dan Schooling Fish Dance yang dipersembahkan oleh Remaja Belitung.

Pembangunan KEK di atas lahan seluas 324,4 Ha ini berencana untuk mengembangkan konsep pariwisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Tahap pertama, pengusul akan melakukan pembangunan lahan seluas 35,9 Ha yang terdiri atas pembangunan Kapitein House (9,43 Ha), Kota Sirna Majapahit (25,38 Ha), infrastruktur berupa akses masuk, air, listrik, dan persiapan alokasi lahan untuk residensi yang dikerjasamakan dengan investor. Pada tahap selanjutnya akan dibangun beberapa fasilitas pariwisata yang seluruhnya bertaraf internasional, seperti Lake Residential, Equestrian Resort Villas, Perkebunan Organik dan Homestay, Beach Resort, dan area komersial (Waste Treatment Plant, Solar Farm, dan kantor pengelola kawasan). Rencana investasi pengembang untuk pengembangan kawasan tersebut sebesar Rp 1,5 Triliun dan diperkirakan mampu menarik investasi hingga Rp 20 triliun pada tahun 2025. (G.A.)

Sumber: kek.ekon.go.id


Komentar Berita

  • Deddy  |  29/12/2016 21:33

    Kawasan Ekonomi Khusus (KEE) ini kira-kira kalau buka bisnis F&B seperti cafe dan restoran gitu cocok ga ya? Tapi kalau saya baca penjelasannya, KEE ini juga disiapkan fasilitas pariwisata, berarti harusnya memang banyak restoran yang diharapkan tumbuh di sini. Semoga benar demikian adanya, sehingga bisa ikut menciptakan lapangan kerja baru di Belitung.

    Salam,
    http://www.ventrasys.com

  • Deddy  |  29/12/2016 21:35

    Kawasan Ekonomi Khusus (KEE) ini kira-kira kalau buka bisnis F&B seperti cafe dan restoran gitu cocok ga ya? Tapi kalau saya baca penjelasannya, KEE ini juga disiapkan fasilitas pariwisata, berarti harusnya memang banyak restoran yang diharapkan tumbuh di sini. Semoga benar demikian adanya, sehingga bisa ikut menciptakan lapangan kerja baru di Belitung.

    Salam,
    VENTRASYS


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code