Kamis, 17 November 2016 16:30

Kemendagri Kukuhkan Tim Saber Pungli

JAKARTA – Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yuswandi A Temenggung mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) dan Sekretariat Unit Satuan Tugas Sapu Bersih (saber) Pungutan Liar di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Selasa (15/11).

Dia mengatakan, pungli ini bukan pada masalah uangnya, meski kalau dihitung-hitung, nominal uang dari pungli tersebut mencapai jumlah besar. Namun persoalannya lebih kepada melemahkan daya saing bangsa. “Dengan dikukuhkannya, Pokja dan Unit Saber Pungli ini terhitung hari ini langsung bekerja,” kata Yuswandi dalam sambutannya.

Unit Saber Pungli Kemendagri ini terbagi menjadi tiga bagian, di antaranya Pencegahan, Penindakan dan Yustisi. Apa yang dilakukan Pokja dan Unit di Kemendagri ini, kata ini harus dilaporkan ke Satuan Tugas (Satgas) Saber Pungli tingkat nasional. Apalagi, beberapa personil pokja dan unit ini ada juga yang bergabung dalam satgas tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bangka Belitung itu juga menyebut bahwa kementerian/lembaga dan pemerintah daerah juga turut membentuk pokja dan unit serupa. Begitu juga seluruh jajaran kantor lingkungan Kemendagri di daerah-daerah seperti IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), Ditjen Pemerintahan Desa dan BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia).

Yuswandi berpesan, Pokja dan Unit Satgas Saber Pungli harus betul-betul mencermati layanan publik di Kemendagri. Itu agar publik tak disusahkan, apalagi sampai mengeluarkan uang untuk mengurus berbagai keperluan perizinan. Kondisi semacam ini pada akhirnya membuat masyarakat enggan berurusan dengan instansi pelayanan publik.

"Yang bisa menyusahkan publik adalah prosesnya, aneh-aneh dan berbelit, akhirnya ada sesuatu yang dibutuhkan agar jalannya mulus. Ini klasik," kata Yuswandi. (GA)

Sumber: Puspen Kemendagri


Komentar Berita

  • Mardin  |  18/01/2017 18:08

    Saya sebagai mantan pejabat daerah yang sekarang pensiun dini dan berprofesi sebagai distributor produk peredam suara di Jakarta merasa tim tersebut penting untuk dibentuk, karena menurut kesaksian rekan saya, masih banyak pungli yang dilakukan oleh pejabat negara.

  • natsu  |  19/01/2017 16:35

    Saya setuju dengan langkah yang dilakukan oleh Kemendagri untuk membentuk unit baru, yaitu saber pungli. Jadinya ini bisa menjadi langkah yang bagus untuk mencegah, menangkap dan jadi tempat aduan jika ada pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan. Kalau hal ini dibiarkan terus, maka moralitas bangsa dan generasi selanjutnya bakalan ada seperti dinasti untuk selalu melakukan pungli dan tentu ini tidak boleh dibiarkan. Semoga unit ini bisa memberikan dampak positif dan bisa melakukan tugasnya dengan baik. Sebenarnya pungli ini sudah banyak sekali terjadi bukan hanya di dalam birokrat, tapi djalanan pun masih banyak hal seperti ini, contohnya teman saya ada yang membuka usaha toko Florist Jakarta terkadang masih menemukan pungli-pungli, dan itu cukup meresahkan.


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code