Jum'at, 12 Mei 2017 17:30

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM KANWIL BABEL GELAR SOSIALISASI KEWARGANEGARAAN

 

Tanjungpandan- Bertempat di Green Tropical Tanjungpandan Kabupaten Belitung pada hari Rabu 10 Mei 2017, Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kepulauan Bangka Belitung gelar acara sosialisasi  Kewarganegaraan  dengan tema ”Dengan Pemahaman dan Pengetahuan tentang Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia Kita Tingkatkan Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat”. Acara ini bertujuan memberikan wawasan mengenai kewarganegaraan terhadap masyarakat, dan masyarakat memahami hubungan timbal balik antara warga negara, hak dan kewajiban terhadap negara serta kewajiban negara dalam memberikan perlindungan terhadap warga negaranya, sehingga kedepan tidak ditemukan lagi permasalahan yang berkaitan dengan kewarganegaraan khususnya para pemukim asing (stateless) di Kabupaten Belitung.

 

Acara dibuka oleh Kepala Divisi (Kadiv) Pelayanan Hukum Kemenkumham Kanwil Kepulauan Bangka Belitung Monica Damayanti, SH, MM. yang mewakili Kepala Kantor Wilayah  Kementerian  Hukum dan HAM Kanwil Kepulauan Bangka Belitung. Hadir memberikan materi adalah I.C Siregar SH, M.A.P., Kabid Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Kep. Babel dan Kepala Kantor Imigrasi Klas II Tanjungpandan, Drs. Eddy Erawan, MH.

 

Peserta sosialisasi terdiri dari Bag. Hukum Setda Kab. Belitung, Kantor Imigrasi, unsur-unsur kecamatan, kelurahan, pemerintah dan perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan komunitas Tionghoa. Dalam paparannya I.C. Siregar menegaskan sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2016 tentang Kewarganegaraan RI, hanya ada 2 (dua) jenis penggolongan kewarganegaraan di Indonesia yaitu WNI (Warga Negara Indonesia) dan WNA (Warga Negara Asing) artinya secara yuridis, status kewarganegaraan orang-orang keturunan asing pemukim yang telah bertempat tinggal secara turun temurun di Indonesia kendatipun belum memiliki dokumen atau belum lengkap dokumen Kewarganegaraan Republik Indonesianya termasuk orang-orang Indonesia Asli yang mempunyai hak dan kewajiban sama seperti CITIZEN (warga negara lainnya). I.C. Siregar juga menghimbau bagi pemukim asing yaitu keturunan orang asing yang telah bertempat tinggal secara turun temurun di Indonesia khususnya di Kabupaten Belitung, untuk mengurus status kewarganegaraannya agar jelas perlakuannya dalam hukum Indonesia, karena secara prinsip bagi mereka berhak menjadi Warga Negara Indonesia dan kepada masyarakat Kabupaten Belitung agar selalu harus waspada terhadap pendatang Asing (WNA) dimulai dari RT, RW, Desa dan seterusnya untuk melakukan pendataan sesuai dengan aturan.

 

Sementara itu Eddy Irawan, selaku Kepala Kantor Imigrasi Klas II Tanjungpandan menjelaskan pihaknya selalu siap dalam melakukan pengawasan terhadap lalu lintas orang serta keberadaan orang asing di Kabupaten Belitung, serta memberikan pelayanan keimigrasian kepada WNA yang akan melakukan investasi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Belitung apalagi dengan ditetapkannya Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata tahun 2016 yang lalu dimana pemerintah memang memberi beberapa kemudahan bagi investor yang menggunakan pekerja asing, yakni pengesahan dokumen keimigrasian yang bisa langsung dilakukan di lokasi KEK sehingga peran keimigrasian menjadi cukup vital dalam pengawasan terhadap orang asing. (G.A.)

Sumber: BAG. HUKUM SETDA KAB. BELITUNG


Komentar Berita

  • Dealpos  |  20/06/2017 17:11

    Wah, kegiatan yang sangat positif sekali. Saya berharap dengan dilaksanakannya agenda seminar ini, masyarakat dapat memahami tugas dan fungsinya sebagai warga negara yang mematuhi Undang-undang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

    Regard's

    Dealpos - Jual Software Toko berkualitas di Jakarta


Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code