Senin, 20 November 2017 16:00

Rakor Multifungsi Pengelolaan Dan Pelestarian Warisan Budaya di Kabupaten Belitung

Tanjungpandan__Dalam rangka optimalisasi pengelolaan warisan budaya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar kegiatan Rakor Pengelolaan dan Pelestarian Warisan Budaya di Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berlangsung pada Kamis, (16/11) bertempat di Hotel BW Suite Belitung.

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa, Dr. Haswan Yunaz, dengan diikuti oleh peserta perwakilan dari Instansi Kementerian/Lembaga terkait, SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan dunia pendidikan, budayawan, komunitas masyarakat dan undangan lainnya.

 

Rakor kali ini di format dengan model diskusi panel dengan menghadirkan nara sumber, antara lain;  Asdep Warisan Budaya, Kemenko PMK, Pamuji Lestari, Direktorat Sejarah, Kemendikbud, Agus Widiatmokoo, Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya Propinsi Jambi, M. Ramli, dan Dosen dari Akademi Manajemen Belitung, Indry Permana.

 

                                                                               

RUMUSAN HASIL

RAPAT KOORDINASI MULTIPIHAK PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN WARISAN BUDAYA DI KABUPATEN BELITUNG PROVINSI BANGKA BELITUNG

BW SUITE HOTEL-BELITUNG, 16 NOPEMBER 2017

 

Dengan mempertimbangkan arahan dan sambutan dari Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK dan Bupati Belitung serta bahan paparan para Narasumber dan diskusi yang berkembang pada Rapat Koordinasi Multipihak Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya pada tanggal 16 Nopember 2017 ditetapkan hal-hal sebagai berikut;

 

Pemerintah Indonesia berkomitmen dan mendukung upaya pelestarian dan pengelolaan warisan budaya untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan bangsa dan masyarakat serta bagi kesinambungan peradaban dunia dan bangsa Indonesia.

 

Budaya daerah memiliki peran penting sebagai media pendidikan, media hiburan dan media komunikasi yang bernilai penting bagi masyarakat maupun bagi unggulan pariwisata dan dalam rangka pemajuan kebudayaan nasional.

 

Tantangan lingkungan strategis bangsa mulai dari lingkungan demografi, politik, ekonomi, ideologi, sosbud, hankam dan teknologi masih belum optimal yang berdampak pada terjadi krisis kepribadian bangsa dan melemahnya kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga apabila tidak ditangani ke depan dengan baik akan menyebabkan lunturnya karakter bangsa dan tidak lestarinya kebudayaan Indonesia.

 

Dalam rangka memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia, diperlukan adanya suatu pemahaman dan komitmen bersama untuk menjadikan kebudayaan bukan sebagai biaya akan tetapi sebagai investasi, memunculkan keberagaman kebudayaan daerah dan menerapkan langkah strategis melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan.

 

Dalam upaya pemajuan kebudayaan daerah agar Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi menyusun dan membuat pokok pikiran kebudayaan daerah, Pemerintah Pusat dan Masyarakat menyusun strategi kebudayaan dan penetapan rencana induk kebudayaan dengan tetap menjaga nilai keluhuran dan kearifan objek pemajuan kebudayaan, sesuai dengan amanat UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

 

Implementasi budaya dapat ditingkatkan melalui keluarga, pendidikan dan masyarakat secara berkesinambungan dan konsisten dengan berpedoman pada keteladanan, pengajaran dan penguatan agar tidak terjadi pemiskinan kebudayaan.

 

Terhadap hal-hal yang menyebabkan terjadinya kerusakan dan punahnya warisan budaya di Belitung sebagai dampak tidak adanya kewenangan daerah (Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur) dari aktivitas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung khususnya tambang timah dengan Kapal Isap Ponton (KIP) agar dilakukan tindakan menghentikan dan upaya menyeluruh dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melalui penyampaian data dan Informasi dari Pemerintah Kabupaten kepada Kemenko PMK dan Kemenko Maritim.

 

Seiring dengan diajukannya kawasan bebatuan (formasi geologi) di Belitung sebagai Geopark ke UNESCO, diharapkan agar Kemenko PMK dapat memfasilitasi dan mengkoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait terhadap upaya percepatan pengakuan kawasan tersebut serta melakukan upaya pelestarian terhadap kawasan tersebut. Perlu dilakukan penataan regulasi-regulasi terkait dengan warisan budaya dengan baik dan sinkron mulai dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan serta komitmen penuh untuk melestarikan dan mengelolanya secara optimal.

 

Dukungan program dan anggaran dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam pelestarian dan pengelolaan warisan budaya agar direncanakan dan diimplementasikan secara sinergi dan saling menguatkan. Sehingga ke depan upaya daerah untuk menjadikan warisan budaya sebagai investasi bagi kesejahteraan masyarakat dapat terwujud khususnya melalui kegiatan pariwisata.

 

Penetapan Tim Ahli Cagar Budaya di Kabupaten Belitung dan juga daerah lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar daerah segera membentuk tim tersebut dengan difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengingat banyak potensi warisan budaya yang belum ditetapkan.

 

Hasil Rapat Koordinasi Multipihak Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya di Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat ditindaklanjuti oleh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Akademisi, Dunia Usaha dan Komunitas sesuai dengan tugas dan kewenangannya yang dikoordinasikan oleh Kemenko PMK terhadap masing-masing rumusan diatas dalam upaya pelestarian dan pengelolaan warisan budaya bagi kesejahteraan masyarakat.

 

 

Tim Perumus

1. Ir. Dohardo Pakpahan, MSi (Kemenko PMK)

2. Drs. Irfani Mauran (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung)

3. Drs. Fitra Arda, M.Hum (Setditjenbud, Kemdikbud)

4. Dr. Agus Widiatmoko (Dit Sejarah Kemdikbud)

5. Drs. Muhammad Ramli (Kepala BPCB Jambi)

6. Ester Rumata, S.Si (Bapelitbangda Kabupaten Belitung Timur)

7. Hikmah Rafika Muftih, S.Sos, M.Hum (Kemenko PMK)

8. Indry Permana, S.Pd, M.Pd (Akademi Managemen Belitung)

 

Sumber: Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Belitung



Kirim Komentar

Nama
Komentar
Security Code